SELAMAT DATANG!
Ini adalah beranda dari situs informasi Perkumpulan Reiki Indonesia (PRI).
Di beranda ini, anda akan menemukan informasi terkini tentang aktivitas PRI.
Terbitkan “Bioenergi untuk Terapi pada Manusia”,
PRI Bantu Calon Terapis Melangkah Lebih Siap dan Bertanggung Jawab
Jakarta, 03 April 2026 — Perkumpulan Reiki Indonesia (PRI) kembali menerbitkan buku “Bioenergi untuk Terapi pada Manusia” (2026). Buku ini merupakan bagian dari rangkaian dokumen yang disusun berdasarkan Bioenergy Services Body of Knowledge (BSBOK) Versi 2.0 , yang menjadi acuan dalam pengembangan layanan Bioenergi di lingkungan PRI.
Jika buku “Bioenergi untuk Awam” ditujukan untuk masyarakat umum, maka buku ini hadir untuk mereka yang ingin melangkah lebih jauh—khususnya yang mulai tertarik memahami praktik terapi Bioenergi secara lebih serius. Buku ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi mulai membentuk cara berpikir yang dibutuhkan dalam praktik.
Seperti disampaikan oleh Irwan Effendi dalam kata pengantarnya,
“Dokumen ini disusun sebagai jembatan antara pemahaman awam dan kerangka kerja yang lebih teknis dalam BSBOK.”
PRI menyadari bahwa hingga saat ini Bioenergi belum berada pada posisi yang setara dengan ilmu pengetahuan modern seperti kedokteran. Karena itu, pengembangannya dilakukan secara bertahap dan hati-hati. Fokusnya bukan pada klaim yang berlebihan, tetapi pada upaya menata konsep, memperjelas cara kerja, serta membangun kebiasaan mengevaluasi hasil secara jujur dan terbuka.
Dalam susunan dokumen yang dikembangkan PRI, buku ini berperan sebagai jembatan. Ia menghubungkan pemahaman dasar dari buku pengantar publik dengan kerangka yang lebih lengkap dan teknis dalam BSBOK. Dengan demikian, pembaca dapat naik tahap secara lebih terarah—dari sekadar memahami, menuju mulai berpikir dan bekerja sebagai calon terapis.
Lebih jauh, buku ini juga menekankan bahwa perubahan utama bukan hanya pada pengetahuan, tetapi pada cara berpikir. “Bioenergi tidak lagi cukup dipahami sebagai pengetahuan umum, tetapi sebagai dasar kerja yang menuntut cara berpikir lebih tertata,” ujar Irwan.
Salah satu hal penting yang ditekankan adalah perlunya melihat praktik secara lebih hati-hati. Dalam praktik Bioenergi, sensasi atau rasa saja tidak cukup. Terapis perlu belajar membaca kasus, memahami pola yang relevan, serta menilai apakah suatu tindakan benar-benar memberikan perubahan yang dibutuhkan. Di sinilah pentingnya berpikir lebih tertata dan tidak tergesa-gesa dalam menarik kesimpulan.
Irwan menambahkan bahwa pendekatan ini juga sejalan dengan sikap yang diambil dalam pengembangan pengetahuan Bioenergi itu sendiri. “Dokumen ini tidak ditulis untuk menutup diskusi atau memaksakan kepastian yang belum layak dipaksakan.”
BSBOK sebagai dokumen inti menegaskan bahwa kerangka Bioenergi yang digunakan saat ini masih berada dalam tahap pengembangan. Oleh karena itu, PRI menempatkan diri sebagai lembaga yang terus belajar—mengumpulkan pengalaman praktik, mengujinya, dan membuka ruang untuk perbaikan seiring waktu.
Pada akhirnya, yang ingin dibangun bukan sekadar keyakinan, tetapi cara berpikir yang lebih disiplin. “Bukan sekadar rasa yakin, melainkan disiplin untuk membedakan antara pengamatan, penjelasan, dan hasil evaluasi,” terang Irwan.
Melalui penerbitan buku ini, PRI berharap semakin banyak praktisi yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki sikap bertanggung jawab dalam berpikir dan bertindak. Dengan cara ini, praktik Bioenergi diharapkan dapat berkembang lebih tertata, lebih dapat dievaluasi, dan secara bertahap bergerak menuju bentuk pengetahuan yang lebih matang.
Pada saat yang sama, PRI juga mengajak masyarakat untuk melihat Bioenergi dengan cara yang lebih seimbang. Tidak perlu menganggapnya sebagai sesuatu yang pasti benar, tetapi juga tidak serta-merta menolaknya tanpa melihat bagaimana praktik ini sedang ditata dan diuji. Yang lebih penting adalah menilai secara terbuka—apakah pendekatan yang dikembangkan menunjukkan keseriusan, kehati-hatian, dan tanggung jawab. Dengan cara pandang seperti ini, ruang dialog yang sehat dapat terbuka, dan pengembangan pengetahuan dapat berlangsung dengan lebih jujur dan bermanfaat.
Bagi pembaca yang ingin memahami lebih jauh, PRI juga menyediakan berbagai dokumen pengantar dan materi lanjutan (dapat diakses melalui
link ini) yang dapat dipelajari secara bertahap. Sementara itu, bagi yang ingin mengenal lebih dekat, pengalaman langsung melalui layanan praktik maupun kegiatan pembelajaran dapat menjadi langkah awal untuk memahami bagaimana pendekatan ini bekerja dalam konteks nyata.
PRI Terbitkan Buku “Bioenergi untuk Awam” Edisi 2026
Jakarta, 29 Maret 2026 — Perkumpulan Reiki Indonesia (PRI) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pemahaman publik tentang bioenergi melalui penerbitan buku Bioenergi untuk Awam Edisi 2026.
Buku yang disusun oleh Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan PRI, Irwan Effendi, ini merupakan pembaruan penting yang telah diselaraskan dengan Bioenergy Services Body of Knowledge (BSBOK) Versi 2, sebagai upaya menata ulang cara masyarakat memahami bioenergi secara lebih sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penerbitan buku ini hadir di tengah masih maraknya kerancuan pemahaman di masyarakat. Berbagai istilah seperti tenaga dalam, Qi, prana, hingga Reiki sering digunakan tanpa kejelasan kerangka, membuka ruang bagi kesalahpahaman bahkan klaim yang berlebihan. PRI memandang kondisi ini perlu direspons secara serius agar masyarakat tidak terjebak dalam pemahaman yang kabur.
Apa Itu Bioenergi dan Mengapa Penting Dipahami?
Melalui buku ini, PRI berupaya memberikan pengantar yang lebih jernih mengenai apa itu bioenergi, yaitu sebagai aspek yang berkaitan dengan fungsi hidup makhluk biologis, yang dapat dipahami melalui perubahan yang terjadi pada sistem biologis itu sendiri.
Buku ini tidak ditujukan untuk mencetak terapis secara instan, melainkan untuk membangun fondasi pemahaman publik agar mampu menilai informasi dan layanan bioenergi secara lebih kritis, rasional, dan bertanggung jawab.
Salah satu penegasan penting dalam edisi ini adalah pelurusan cara pandang terhadap bioenergi. Tindakan berbasis bioenergi tidak diposisikan sebagai “penyembuhan langsung”, melainkan sebagai upaya membantu sistem biologis bekerja lebih optimal—baik dengan mengurangi gangguan maupun meningkatkan fungsi tertentu. Pendekatan ini menjadi langkah penting untuk menjauhkan praktik bioenergi dari klaim berlebihan yang selama ini kerap beredar di masyarakat.
Lebih jauh, buku ini juga menghadirkan jembatan antara berbagai istilah tradisional yang telah dikenal luas dengan kerangka bioenergi yang lebih seragam. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu meninggalkan akar tradisinya, tetapi justru diajak untuk memahami ulang istilah-istilah tersebut secara lebih jernih dan terstruktur.
Disusun dalam sembilan bab, buku ini membahas mulai dari pengertian dasar bioenergi, sistem-sistem bioenergi pada manusia, hingga pemanfaatan dan batasannya dalam kehidupan sehari-hari. Penekanan pada batasan menjadi hal yang krusial, sebagai bentuk edukasi publik agar tidak terjebak dalam ekspektasi yang tidak realistis.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya PRI dalam mendorong pengembangan bioenergi sebagai bidang yang semakin terbuka untuk ditelaah, diuji, dan dipertanggungjawabkan secara lebih ilmiah.
PRI berharap, penerbitan buku ini menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem bioenergi yang lebih sehat di Indonesia—di mana masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pihak yang memahami, menilai, dan bersikap secara bijak.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PRI mengajak masyarakat luas untuk membaca dan mempelajari buku Bioenergi untuk Awam Edisi 2026 sebagai rujukan awal yang jernih dan bertanggung jawab. Dengan memahami dasar-dasarnya, masyarakat diharapkan tidak lagi sekadar menjadi penerima informasi, tetapi mampu menilai, memilah, dan bersikap lebih kritis terhadap berbagai klaim dan layanan bioenergi yang berkembang saat ini.
Buku ini telah ditetapkan sebagai dokumen publik dan mulai berlaku sejak 18 Maret 2026.
Dapatkan akses untuk membaca buku Bioenergi untuk Awam Edisi 2026 dan buku penting lainnya melalui tautan berikut:
Tentang Bioenergi.
TANTANGAN PEMBUKTIAN EMPIRIS
GRATIS Perbaikan Struktur Tubuh Ringan untuk 50 Orang*
Benarkah pendapat banyak orang selama ini bahwa terapi Bioenergi hanya bisa menghasilkan efek yang "terasa", tetapi tidak bisa dibuktikan secara nyata?
Sebagai bentuk pembuktian bahwa Bionergi sungguh-sungguh bisa memberikan efek nyata bagi kesehatan manusia, bukan sekedar sensasi-sensasi panas, dingin, atau "Iya, terasa ada energi yang masuk," kali ini kami membuka sebuah event khusus untuk menguji hal tersebut secara lebih objektif.
Sebanyak 50 orang akan dipilih untuk menerima terapi berbasis bioenergi jarak jauh secara gratis, dengan fokus pada kasus-kasus ketidakseimbangan struktur tubuh ringan yang dapat diamati dan didokumentasikan secara visual.
Ini bukan sekadar program untuk menanyakan, "Apakah tubuh Anda terasa lebih nyaman?"
Ini adalah tantangan untuk melihat apakah perubahan yang terjadi juga bisa terlihat secara empiris melalui perbandingan before dan after.
Program ini ditujukan untuk orang-orang yang memiliki salah satu kondisi berikut:
1. Perbedaan rasa pas pada sepatu kanan dan kiri
Misalnya, saat memakai sepatu, satu sisi terasa pas tetapi sisi lainnya terasa agak sempit atau agak longgar.
Kondisi seperti ini bisa menjadi indikasi adanya perbedaan ringan pada struktur atau proporsi tubuh bagian bawah yang selama ini jarang diperhatikan secara serius.
Untuk kasus ini, peserta harus bersedia mengirimkan foto before dan after yang memperlihatkan kedua telapak kaki berdampingan, agar perubahan ukuran atau proporsi dapat diamati dengan lebih jelas.
2. Pinggul tampak lebih tinggi sebelah saat berdiri, atau terdapat indikasi kedua kaki tidak sama panjang
Kondisi ini biasanya terlihat dari postur berdiri yang tidak seimbang, salah satu sisi pinggul tampak lebih tinggi, atau tubuh terasa lebih berat ke salah satu sisi saat berdiri.
Pada banyak kasus ringan, hal seperti ini sering dianggap sepele, padahal dapat berhubungan dengan ketidakseimbangan struktur tubuh yang memengaruhi kenyamanan berdiri dan berjalan.
Untuk kasus ini, peserta harus bersedia mengirimkan foto before dan after sambil berdiri dan mengenakan celana pendek, agar posisi pinggul dan keseimbangan postur dapat terlihat dengan jelas.
Yaitu kemiringan tulang belakang ringan, dengan derajat kemiringan kurang dari 15 derajat.
Untuk kasus ini, peserta harus bersedia mengirimkan foto before dan after dari belakang, agar perubahan garis tubuh dan kemiringan dapat diamati secara lebih objektif.
Mengapa Event ini Berbeda?
Karena fokus event ini bukan pada sugesti, bukan pada rasa nyaman semata, dan bukan pada penilaian yang kabur.
Fokus event ini adalah perubahan yang bisa dibandingkan secara visual, dengan dokumentasi sederhana namun relevan sesuai kondisi masing-masing peserta.
Dengan kata lain, ini bukan tantangan untuk percaya begitu saja.
Ini adalah tantangan untuk mengamati hasilnya.
Apa yang Didapat Peserta?
Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan:
- terapi bioenergi jarak jauh secara gratis
- kesempatan untuk membuktikan langsung apakah pendekatan ini dapat memberi perubahan pada struktur tubuh ringan
- evaluasi before-after berdasarkan dokumentasi visual sesuai kategori kasus masing-masing
Syarat Penting
Karena tujuan event ini adalah pembuktian empiris, maka peserta yang mengikuti program harus bersedia:
- mengirimkan dokumentasi before sesuai arahan
- mengirimkan dokumentasi after sesuai arahan
- memberikan evaluasi yang jujur terhadap hasil yang dialami
- jika hasilnya berhasil dan tampak jelas, bersedia memberikan testimoni dalam bentuk rekaman video
Testimoni video ini penting karena tujuan event ini bukan hanya membantu peserta, tetapi juga menunjukkan kepada publik bahwa pada kasus tertentu, terapi bioenergi tidak selalu berhenti pada efek subjektif, melainkan dapat menimbulkan perubahan yang dapat diamati secara nyata.
Program ini hanya tersedia untuk 50 orang yang memenuhi kriteria.
Bagi Anda yang selama ini penasaran, skeptis, atau ingin membuktikan langsung apakah terapi bioenergi jarak jauh dapat menghasilkan perubahan yang terlihat, inilah kesempatan Anda.
Daftar sekarang, dan buktikan sendiri hasilnya pada tubuh Anda.
* Program ini ditujukan untuk kasus struktur tubuh ringan. Bukan untuk kondisi berat, trauma akut, keadaan darurat, atau pengganti pemeriksaan medis langsung.
Event ini merupakan bagian dari rangkaian studi klinis yang diadakan oleh Perkumpulan Reiki Indonesia (PRI) untuk menunjang pembuktian ilmiah tentang efektivitas Bioenergi. Pelaksanaan event didukung oleh Bioenergy Solution Center (BioSCent).
Silahkan mendaftar untuk mengikuti tantangan ini dengan mengirimkan pesan ke Nomor WhatsApp
0812-9592-695.
Telah Terbit, Dokumen Terbaru Pengetahuan Inti Layanan Bioenergi
Jakarta, 28 Maret 2026 — Setelah melalui rangkaian proses penulisan, ratifikasi, dan persetujuan oleh Ketua Umum Perkumpulan Reiki Indonesia, Bp. Tjiptadinata Effendi, buku Bioenergy Services Body of Knowledge (BSBOK) versi 2 kini sudah dapat dinikmati oleh khalayak luas. Buku yang berisi tentang konsep-konsep, praktik dan panduan etis dasar layanan Bioenergi ini adalah revisi dari versi pertama yang ditulis 6 tahun lalu.
Selama 6 tahun penerapan layanan Bioenergi terhadap masyakat luas, disertai pengamatan dan penelitian mendalam, termasuk terhadap berbagai literatur keilmuan, dan evaluasi internal atas metode yang digunakan para praktisi penyedia layanan Bioenergi, BSBOK versi 2 ini mengubah sejumlah pengertian utama, cara pandang, dan metode layanan berbasis Bioenergi yang selama ini digunakan.
Selain bagi masyarakat luas, dokumen setebal 300 lebih halaman ini juga ditujukan kepada para penyedia layanan Bioenergi sebagai panduan standar keilmuan maupun praktik layanan. Dokumen BSBOK juga ditujukan untuk dibaca oleh kalangan ilmuwan, akademisi, dan peneliti, selain oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pembina Perkumpulan Reiki Indonesia. Dengan begitu, BSBOK versi 2 diharapkan dapat memberi pemahaman yang komprehensif dan termutakhir tentang Bioenergi dan praktik penggunaannya dalam layanan.
Halaman depan buku Bionergy Services Body of Knowledge versi 2
Menurut penulis utamanya, Bp. Irwan Effendi, yang merupakan Ketua Harian sekaligus Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan PRI, sebelum BSBOK versi 1 diterbitkan di tahun 2020, terdapat dokumen serupa dengan nama Bioenergy Therapy Body of Knowledge (BTBOK). Pada awalnya, BTBOK diterbitkan atas instruksi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mengayomi lembaga-lembaga pemberi layanan kesehatan tradisional (HaTra) termasuk Perkumpulan Reiki Indonesia (PRI). Tujuannya agar lembaga-lembaga tersebut memiliki kerangka acuan pengetahuan dan praktik yang lebih memadai. Alhasil, dokumen BTBOK PRI dipublikasikan pertama kali pada tahun 2013.
Namun, seiring perjalanannya, praktik penggunaan Bioenergi tidak hanya terbatas pada terapi kesehatan, terutama kesehatan pada manusia. Dengan berkembangnya pengetahuan dan keahlian, pemanfaatan Bioenergi juga sudah dapat diaplikasikan pada hewan dan tumbuhan.
Lebih jauh lagi, pemanfaatan Bioenergi juga tidak terbatas pada aspek kesehatan, tetapi juga pada analisa kondisi Bioenergi, termasuk analisa karakter, kepribadian, kecenderungan internal, atau pola tertentu tanpa melibatkan terapi. Selain itu, dokumen BSBOK juga mencakup layanan pendidikan, pelatihan, dan workshop wellness berbasis Bioenergi. "Dalam perjalanannya disadari bahwa Bioenergi tidak terbatas pada terapi, sehingga kemudian diterbitkan BSBOK sebagai pengganti BTBOK," ujar Irwan Effendi.
Penulisan BSBOK juga didasari pada pemahaman akan kebutuhan bahasa kerja yang lebih seragam, kerangka analisis yang lebih rapi, serta standar minimum yang dapat membantu para praktisi pemberi layaan berbasis Bioenergi. Dengan BSBOK, diharapkan para praktisi mampu membaca kasus, memilih pendekatan, menjalankan tindakan, mengevaluasi hasil, dan menjaga batas praktik dengan lebih tertata.
Dalam versi ke-2-nya, BSBOK yang diterbitkan PRI mengoreksi dan memperjelas sejumlah fondasi konseptual dan operasional yang ditulis pada versi 1. Dalam kata pengantarnya, penulis mengungkapkan alasan utama versi revisi ini diterbitkan. Menurutnya, pembaruan tersebut menjadi penting dengan didasarkan pada fenomena berulang yang didapat dari praktik pemberian layanan Bioenergi. Fenomena berulang tersebut tidak cukup dijelaskan oleh konsep-konsep dasar yang disajikan di dalam BSBOK versi pertama. "Salah satu alasan terpenting pembaruan ini adalah untuk merumuskan penjelasan tentang apa itu Bioenergi dengan cara yang lebih konsisten," terang penulis.
Perkumpulan Reiki Indonesia menyadari bahwa bidang Bioenergi, sebagaimana dinarasikan di dalam dokumen BSBOK, berada pada wilayah yang belum menjadi bagian dari konsensus ilmiah arus utama. Sejumlah konsep, istilah, dan mekanisme yang digunakan dalam BSBOK masih berada pada tingkat hipotesis kerja, model operasional, atau kerangka penjelas yang dikembangkan dari pengalaman praktik, pengamatan berulang, dan kebutuhan untuk menata kerja lapangan secara lebih rasional.
Namun demikian, penerbitan BSBOK Versi 2 juga kembali menegaskan ikhtiar Perkumpulan Reiki Indonesia untuk menjadikan diri, beserta seluruh anggota yang terlibat di dalamnya, sebagai satu komunitas profesi yang berpegang teguh pada praktik keilmuan yang empiris, objektif dan mematuhi prinsip-prinsip ilmiah sebagaimana ilmu-ilmu yang dikembangkan sejak zaman modern.
Oleh karena itu, dokumen ini mengakui bahwa seluruh isinya bukan hasil yang telah terbukti secara ilmiah dalam pengertian yang ketat. Pada saat yang sama, dokumen BSBOK juga tidak menganggap bahwa hal-hal yang belum terbukti tersebut pasti salah secara serta merta.
"Dalam banyak bidang pengetahuan, model kerja seringkali mendahului pembuktian formal," ujar penulis di dalam kata pengantarnya. Pada titik inilah, Perkumpulan Reiki Indonesia ingin membuktikan dirinya sebagai suatu komunitas profesi yang menjalankan model kerja dengan standar ilmiah. Yang terpenting, model kerja yang disajikan di dalam dokumen BSBOK tersebut, "digunakan secara jujur, hati-hati, terbuka terhadap koreksi, dan terus diuji terhadap hasil."
Di atas segalanya, penerbitan BSBOK Versi 2 menjadi penanda penting dari fase perkembangan Perkumpulan Reiki Indonesia dalam memanfaatkan Bioenergi sebagai basis penyediaan layanannya, yakni bahwa para anggotanya tidak diam di tempat dengan mempraktikkan business as usual. PRI terus mendorong diri untuk berkembang dalam teori dan praktiknya. Karena begitulah pula semua ilmu pengetahuan yang diketahui manusia lahir dan berkembang hingga menjadi seperti yang dikenal saat ini.
Selamat membaca!
Buku BSOK Versi 2 dapat diunduh secara gratis melalui link ini :
Bioenergy Services Body of Knowledge (BSBOK) Versi 2.
Musyawarah Nasional PRI 2022
Kembali Pilih Tjiptadinata Effendi sebagai Ketua Umum
Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Reiki Indonesia kembali digelar pada 19 Juni 2022 dan berhasil menyepakati sejumlah anggota PRI sebagai Dewan Pengurus Pusat (DPP) PRI. Dalam Munas tersebut, Tjiptadinata Effendi yang adalah incumbent kembali dicalonkan dan dipilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PRI periode masa bakti 2022-2025. Munas dihadiri oleh seluruh anggota dan pengurus dari seluruh Indonesia dan dari luar Indonesia.
Musyawarah kali ini agak unik karena dilakukan secara online/daring dengan memanfaatkan salah satu platform media komunikasi sosial. Dengan alasan kepraktisan, sarana pertemuan melalui daring ini dipilih karena dapat memberikan ruang partisipasi yang lebih leluasa kepada para anggota baik secara waktu, tenaga, maupun finansial untuk melakukan mekanisme rapat tertinggi di PRI.
Munas diagendakan untuk memberi kesempatan kepada DPP lama mempertanggungjawabkan kerja-kerja selama kepengurusan dan untuk melakukan restrukturisasi pengurus.
Dalam laporannya sebagai Ketua Pelaksana Harian, Irwan Effendi menyampaikan bahwa selama masa pandemi Covid-19, fokus PRI adalah melakukan sosialisasi pemanfaatan Bioenergi Listrik Statis untuk mencegah dan melakukan tindakan pengobatan atas kasus-kasu penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan parasit mikro. Dalam rangka hal tersebut, dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2020 yang diselenggarakan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Irwan Effendi hadir sebagai perwakilan dan melakukan sosialisasi tentang Bioenergi Listrik Statis dan bagaimana para anggota PRI bergiat untuk membantu masyarakat Indonesia mengatasi Covid-19 dengan memanfaatkan Bioenergi Listrik Statis.
Selama periode kepengurusan lama tersebut, PRI kehilangan 4 rekan sejawat dan sekaligus pengurus (baik di DPP maupun DPD/DPC) karena meninggal dunia. Keempat rekan tersebut adalah Rinto Hadi, Sugito, Yoppy Albert, dan Bimo Prakoso.
Laporan pertanggungjawaban dilanjutkan oleh Bendahara, dan disusul oleh Ketua Bidang Organisasi dan Ketua Bidang Sosial. Karena ketidakhadiran dalam Munas, laporan Mahkamah Kode Etik ditiadakan. Namun, berdasarkan kesepakatan peserta, selama ini tidak ada pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota PRI yang membuat Mahkamah Kode Etik harus melakukan sidang. Demikian pula, karena Ketua Bidang Pembinaan telah meninggal dunia, laporan pertanggungjawabannya ditiadakan.
Sesi selanjutnya adalah pemilihan pengurus baru. Posisi yang harus diisi dalam pemilihan ini adalah ketua umum, bendahara, ketua pelaksana harian, ketua bidang sosial, ketua bidang organisasi, ketua bidang pembinaan dan ketua bidang penelitian dan pengembangan.
Setelah melalui diskusi yang alot, berdasarkan usulan-usulan dari peserta Munas, dipilihlah secara aklamasi beberapa rekan anggota sebagai pengurus DPP. Berikut adalah nama-nama mereka :
Ketua umum: Tjiptadinata Effendi
Bendahara: Roselina
Ketua Bidang Sosial: Fadholi
Ketua Bidang Organisasi: Taufik Hidayat
Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (merangkap Ketua Pelaksana Harian): Irwan Effendi
Ketua Bidang Pembinaan: Dyah Ambarwati
Selamat menjalankan tugas kepada para pengurus terpilih!
PRI Sosialisasi Terapi Matikan Virus dan Bakteri
di Gelaran Pekan Kebudayaan Nasional 2020
Di tengah pandemi Covid-19, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar Pekan Kebudayaan Nasional. Acara tahunan yang telah dihelat untuk kedua kalinya ini juga menghadirkan PRI sebagai salah satu partisipan dan narasumber.
Ketua Litbang PRI, Irwan Effendi, menjadi perwakilan dalam acara Pekan Kebudayaan Nasional 2020. Di acara tersebut, Irwan menyampaikan sosialisasi tentang upaya PRI membantu masyarakat Indonesia mengatasi pandemi Covid-19 dengan memanfaatkan metode pengobatan Bioenergi – secara khusus bioenergi listrik statis atau bioelektrik – untuk mematikan berbagai jenis mikroba, seperti virus, bakteri dan paramesium.
Sudah lebih dari 40.000 (status di bulan November 2020) kasus yang telah ditangani oleh para pengurus PRI di seluruh Indonesia berkaitan dengan penyakit menular yang disebabkan oleh mikroba, seperti DBD, Hepatitis, Chikungunya, dan Covid-19, dll. Tingkat keberhasilan terapi berada di angka 95% untuk tindakan pengobatan dan 99,9% untuk tindakan pencegahan dengan memanfaatkan metode bioenergi listrik statis, ujar Irwan.
Irwan memberikan penjelasan bahwa Bioenergi adalah metode ilmiah yang dapat dibuktikan pula secara ilmiah dan terukur. Berbeda dari pandangan kebanyakan orang tentang pemanfaatan energi, PRI berpendapat bahwa Bioenergi bukanlah sesuatu yang gaib atau mistis melainkan secara sains fisika dapat dibuktikan. Dengan demikian, pemanfaatan untuk keperluan pengobatan juga seharusnya berdasarkan bukti-bukti ilmiah.
PRI Canangkan Gerakan Tele-Care
Adalah suatu kenyataan bahwa walau dengan kehadiran vaksin, belum ada perkiraan yang jelas kapan Pandemi dapat dinyatakan berakhir. Berdasarkan kenyataan ini, PRI memutuskan untuk menempatkan diri sebagai ujung tombak pendukung program Tele-Health yang dianjurkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo. Langkah konkrit dalam hal ini adalah mencanangkan gerakan Tele-Care yang diwajibkan untuk diikuti oleh seluruh anggota PRI.
Rumusan gerakan Tele-Care adalah:
Mensosialisasikan seluas-luasnya tentang dasar-dasar ilmiah pelayanan kesehatan jarak jauh berbasis Bioenergi
Berusaha sebaik-baiknya untuk melakukan tindakan pelayanan kesehatan secara jarak jauh kepada klien yang membutuhkan dan memintanya, dengan mengikuti prosedur yang sesuai dengan kondisi klien serta merekam kronologi dan detail tindakan tersebut secara digital agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Mengadakan pelatihan-pelatihan secara daring untuk memberdayakan anggota masyarakat dalam kemampuan untuk menjaga, meningkatkan dan memulihkan kesehatannya sendiri
Membebaskan dari biaya jika dimungkinkan, untuk setiap tindakan yang dilakukan, terutama bagi klien dari golongan ekonomi lemah.
Pembaharuan program kerja PRI untuk tahun 2021
Seiring dengan pergantian tahun, PRI melakukan evaluasi terhadap kondisi terkini serta hasil kerja sepanjang tahun 2020. Setelah evaluasi, disimpulkan bahwa:
- instalasi energi antivirus baik aktif maupun pasif sangat bermanfaat membantu masyarakat, sehingga harus diperluas sosialisasinya.
- berdasarkan seluruh informasi yang tersedia tentang program vaksinasi wajib yang dicanangkan oleh pemerintah, sama sekali tidak ada alasan bagi PRI untuk beranggapan bahwa program tersebut akan efektif untuk mengakhiri masalah yang sedang berlangsung, oleh sebab itu PRI selaku organisasi profesi terapis, harus proaktif walau tidak didukung secara birokrasi.
Untuk itu, PRI mencanangkan pembaharuan program kerja di tahun 2021 ini, yakni dengan mengadakan:
Bakti sosial setiap hari minggu
Setiap hari minggu selama tahun 2021, PRI melalui para pengurusnya mengadakan bakti sosial dalam bentuk pelayanan gratis. Pelayanan gratis yang ditawarkan melingkupi:
- instalasi energi anti virus dan bakteri, baik yang aktif (untuk menerapi) maupun yang pasif (untuk perlindungan)
- terapi tukak lambung
- terapi perbaikan kondisi jantung koroner
Syarat untuk mendapatkan pelayanan gratis diatas adalah dengan cara menghubungi salah satu
pengurus PRI dan menyampaikan kebutuhan layanan serta menyatakan diri tidak mampu untuk membayar sesuai tarif. Setelah mendapatkan layanan yang dimaksud, anda diharapkan untuk membantu mensosialisasikan tentang layanan PRI yang anda terima.
20 Agustus 2020
Tenaga Medis di Graha Sehat Mawar Mendapat Kemampuan Basmi Virus Corona
Install Bioantivirus kepada karyawan Grha Sehat Mawar oleh Ketua DPC PRI Gianyar, Bali
Siaran pers Perkumpulan Reiki Indonesia tentang "Kesiapan dan Kesanggupan Perkumpulan Reiki Indonesia Dalam Menyembuhkan Penyakit Covid-19" pada tanggal 24 Mei 2020 sampai juga ke telinga para tenaga medis di Graha Sehat Mawar, Gianyar, Bali. Hal ini mendorong pimpinan Graha Sehat Mawar yang dinahkodai oleh dr. Made Bagus Basuki Mahardika, M.Biomed, Sp.KK menginginkan agar seluruh tenaga medis dan karyawannya memperoleh kemampuan terapi berbasis Bioenergi tersebut, secara khusus kemampuan memanfaatkan energi listrik statis di tubuh untuk membunuh virus (lebih dikenal dengan nama Bioantivirus).
Ketua DPC PRI Gianyar, Dani Wibowo, memenuhi permohonan tersebut dengan mendatangi langsung Graha Sehat Mawar dan memberikan instal Bioantivirus kepada 21 orang karyawan graha termasuk pemiliknya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2020.
Praktik terapi basmi virus ke diri sendiri
Instal Bioantivirus bagi Guru dan Karyawan SMKN 5 Denpasar Gelombang Ke-2
Sosialisasi Pemanfaatan Bioantivirus kepada guru dan karyawan SMKN 5 Denpasar
Sebagai kelanjutan instal Bioantivirus bagi guru dan karyawan yang telah dilaksanakan pada 7 Juli 2020, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar kembali melayangkan surat permohonan kedua agar sebagian guru & karyawan yang tidak hadir pada kegiatan tersebut juga diberikan instal Bioantivirus. Ketua DPC PRI Gianyar, Dani Wibowo, menindaklanjuti surat tersebut dengan memberikan instal Bioantivirus juga kepada sebagian guru dan karyawan yang belum memperoleh kemampuan terapi membasmi virus tersebut.
Instal Bioantivirus gelombang ke-2 ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2020 bertempat di aula SMKN 5 Denpasar. Dalam kegiatan tersebut, ada 12 orang guru/karyawan yang diberikan instal Bioantivirus. Pada kesempatan tersebut, para guru & karyawan juga dibekali dengan pengetahuan tentang prosedur terapi baik kepada diri sendiri maupun orang lain.
Guru dan Karyawan SMKN 5 Denpasar melakukan praktik terapi ke diri sendiri
19 Juli 2020
Dengar PRI Bisa Sembuhkan Covid-19, LSM Swara Nusa Yogyakarta Minta Instal Bioantivirus
Instal Bioantivirus salah satu anggota LSM Swara Nusa
Karena mendengar PRI dapat menyembuhkan Covid-19, LSM Swara Nusa yang selalu melakukan aksi sosial kerelawanan, termasuk dalam masa pandemi ini, meminta bantuan untuk memberikan kemampuan terapi kepada para anggotanya sehingga dapat turut menyembuhkan sakit karena virus corona. Meskipun kemampuan terapi Bioantivirus dapat menyembuhkan sakit karena bermacam jenis virus, tidak hanya corona, kemampuan ini sangat berguna bagi mereka dalam menghindari bahaya corona.
Ketua DPC PRI Kulon Progo, Ignatius Mau, menindaklanjuti permohonan ini dengan memberikan sosialisasi dan instalasi Bioantivirus. Pelaksanaan sosialisasi dan instal dilakukan di kantor Swara Nusa, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo, DIY. Dalam sosialisasi, para anggota Swara Nusa tidak hanya bertanya tentang teknik terapi memanfaatkan listrik statis untuk mematikan virus (Bioantivirus) ini, tetapi juga tentang metode terapi Bioenergi secara umum.
Iranda Yudhatama, Direktur Swara Nusa Yogyakarta, dalam suratnya berkomitmen untuk menggunakan kemampuan terapi ini untuk menjaga diri dan keluarga, dan membantu masyarakat di lingkungan dan tempat tugas mereka. Komitmen ini juga dikuatkan dengan kesediaan mereka untuk memberikan feedback saat mempraktikkan terapi.
Praktik terapi mematikan virus ke diri sendiri
Selain ke diri sendiri, anggota Swara Nusa juga mempraktikkan terapi ke orang lain
14 Juli 2020
Guru dan Karyawan SMKN 5 Denpasar Dapat Instal Bioantivirus Gratis 3 Bulan
Sosialisasi Pemanfaatan Bioantivirus kepada Guru dan Karyawan SMKN 5 Denpasar
Dalam masa pandemi Covid-19, meski para siswa diliburkan, para guru dan karyawan sekolah-sekolah di Indonesia tetap bergiliran masuk sekolah. Tidak terkecuali bagi SMKN 5 Denpasar, Bali. Namun, tetap saja muncul kekuatiran akan bahaya Covid-19. Kekuatiran akan kondisi kesehatan di masa pandemi ini membuat pihak sekolah meminta bantuan PRI untuk memberikan kemampuan terapi Bioantivirus.
Bantuan tersebut disampaikan melalui surat kepada PRI. Permohonan ini ditindaklanjuti oleh Ketua DPC PRI Gianyar, Bali, Dani Wibowo. Instalasi dilakukan pada Selasa, 7 Juli 2020, di SMKN 5 Denpasar, kepada 16 orang. Akan menyusul pula sebagian guru/karyawan yang tidak hadir pada kegiatan kali ini karena harus mengikuti kegiatan sekolah di tempat lain.
Kemampuan terapi Bioantivirus ini diberikan secara gratis dan dapat bertahan selama 3 bulan. Namun, sebagai komitmen untuk bersama-sama meredakan pandemi Covid-19, pihak sekolah juga diminta untuk menggunakan kemampuan ini tidak hanya ke diri sendiri dan keluarga, tetapi juga dimanfaatkan bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.
Instal Bioantivirus kepada salah satu guru SMKN 5 Denpasar
Guru dan karyawan mendengarkan penjelasan tentang cara penggunaan Bioantivirus
12 Juli 2020
Berterima Kasih kepada PRI, Ashram Naryanam/Narayiana Beri Testimoni Penggunaan Bioantivirus
Selama beberapa waktu lalu, ratusan pelaku yoga yang tergabung dalam ashram Naryanam memperoleh instal kemampuan terapi Bioantivirus oleh DPD PRI Bali. Kemampuan terapi ini lalu dimanfaatkan oleh mereka ke diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.
Pendiri ashram, Shri Acharya Narayiana, menyampaikan terima kasih kepada PRI karena telah membantu masyarakat Bali, dan secara khusus anggota komunitasnya, sehingga dapat meminimalisir kekuatiran akan bahaya Covid-19 yang menjadi pandemi. Ia juga mengajak semua pihak, terutama para pengobat medis dan alternatif, agar bersatu bahu-membahu mengatasi pandemi ini.
Salah satu anggota komunitas, I Wayan Macong, juga berbagi kisahnya saat memanfaatkan kemampuan terapi Bioantivirus. Dalam video testimoninya, 'Pekak' Wayan Macong yang telah berusia 72 tahun ini memutuskan untuk tidak dibawa ke rumah sakit tatkala ia menderita demam tinggi. Ia memilih melakukan terapi dengan Bioantivirus ke diri sendiri. Hanya dalam sekali terapi, dalam jangka waktu yang tidak berselang 24 jam, demamnya turun secara signifikan. Ia juga melakukan terapi kepada cucunya yang menderita demam. Sekali terapi, demam cucunya pun turun.
Testimoni pendiri Ashram Naryanam, Shri Acharya Narayiana
Testimoni anggota Ashram Naryanam, I Wayan Macong
9 Juli 2020
Gelombang ke-9, Total 238 Orang dari Ashram Naryanam Jiwa Jagadditha Dapat Instal Bioantivirus
Sosialisasi pemanfaatan Bioantivirus kepada anggota ashram Naryanam
Dari ratusan anggota Ashram Naryanam Jiwa Jagadditha, kini giliran 44 orang anggotanya yang memperoleh instalasi Bioantivirus pada gelombang ke-9. Kemampuan terapi basmi virus ini dilaksanakan oleh tim DPD PRI Bali di cabang ashram Desa Ketewel.
Dengan demikian, kini sudah 238 orang anggota dan pengurus ashram yang diberi kemampuan memanfaatkan energi listrik statis untuk membunuh virus. Kemampuan terapi Bioantivirus diharapkan akan digunakan oleh para pelaku yoga di Ashram Naryanam untuk mengembalikan haluan kesehatan alami di masyakat dan membantu meredakan pandemi Covid-19, selain ancaman virus lainnya.
Instalasi Bioantivirus oleh pengurus DPD PRI Bali
Praktik terapi basmi virus di dalam tubuh sendiri