11 Juni 2020
Pandemi belum Berakhir, Guru dan Karyawan SMPN 1 Ngadiluwih Persenjatai Diri dengan Bioantivirus
Guru dan Karyawan SMPN 1 Ngadiluwih diinstal Bioantivirus sebagai senjata basmi virus
Sebanyak 83 orang guru dan karyawan SMPN 1 Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, memperoleh senjata basmi virus berbasis Bioenergi, yakni Bioantivirus. Kemampuan terapi ini bisa digunakan sebagai cara untuk membunuh virus, termasuk corona, di dalam tubuh, di ruangan, atau yang menempel pada barang. Instalasi berlangsung di halaman sekolah pada Kamis, 11 Juni 2020.
Instal Bioantivirus diberikan oleh Ketua DPC PRI Kediri, Fadholi, berdasarkan surat permohonan yang dilayangkan beberapa hari sebelumnya. Dalam surat tersebut, kepala sekolah, Suwandi, S.Pd, M.Si, menyadari bahwa ancaman virus terhadap mereka, terutama bagi yang rentan atau berisiko tinggi, masih perlu diwaspadai. Kemampuan terapi Bioantivirus ini diharapkan dapat menjadi senjata untuk membasmi virus pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di lingkungan sekitar mereka.
Lindungi Keluarga dan Masyarakat, Guru & Karyawan SMPN 2 Jatilawang Banyumas Instal Bioantivirus
Ketua DPC PRI Banyumas, Setyawan, melakukan instal Bioantivirus kepada guru & karyawan SMPN 1 Jatilawang
Bertempat di Ruang Multimedia SMPN 2 Jatilawang, Ketua DPC PRI Banyumas, Setyawan Bagus Pamungkas, memberikan instalasi kemampuan terapi Bioantivirus kepada para guru dan karyawan. Sebanyak 51 orang guru & karyawan mendapatkan kemampuan tersebut sebagai tindak lanjut atas surat permohonan yang disampaikan kepada DPC PRI Banyumas, Jawa Tengah.
Dalam surat tersebut, kepala sekolah SMPN 2 Jatilawang, Agus Triwahyono, S.Pd, meminta bantuan kepada PRI agar dapat melindungi diri, keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar dari bahaya virus corona penyebab Covid-19. Kemampuan terapi ini diberikan secara gratis sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu 3 bulan ke depan.