/logo-pri.png
Perkumpulan Reiki Indonesia

(d/h Asosiasi Reiki Seluruh Indonesia / ARSI)
MENGAPA PRAKTIK BIOENERGI TIDAK BOLEH BERGANTUNG PADA KEYAKINAN?
 
Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul dalam dunia Bioenergi adalah apakah keyakinan tertentu diperlukan agar suatu layanan dapat bekerja. Pertanyaan ini bisa mengarah pada keyakinan agama, kepercayaan spiritual, maupun keyakinan terhadap berbagai klaim yang belum pernah dibuktikan.
Perkumpulan Reiki Indonesia (PRI) memandang persoalan ini dari sudut yang sedikit berbeda.
Yang menjadi perhatian bukanlah agama apa yang dianut seseorang, melainkan bagaimana suatu klaim dibuat dan bagaimana klaim tersebut dipertanggungjawabkan.
 
Ketika Keyakinan Menjadi Pengganti Pembuktian
Dalam sebuah diskusi internal PRI digunakan sebuah analogi sederhana.
Bayangkan seseorang menjual sebuah "senapan laser" yang diklaim mampu menembak sasaran apa pun, bahkan menembus ruang dan waktu. Namun setiap kali ditanya bagaimana cara membuktikannya, jawabannya selalu sama:
"Selama Tuhan mengizinkan."
Sekilas kalimat tersebut terdengar meyakinkan. Tetapi sebenarnya terdapat persoalan mendasar.
Apabila sasaran berhasil terkena, dikatakan bahwa Tuhan mengizinkan.
Apabila gagal, dikatakan bahwa Tuhan tidak mengizinkan.
Dengan pola seperti ini, klaim tersebut tidak pernah benar-benar bisa diuji. Tidak ada hasil pengamatan yang dapat membuktikan bahwa klaim itu salah, karena setiap kemungkinan hasil sudah dijelaskan sebelumnya melalui alasan yang tidak dapat diverifikasi.
Di sinilah letak masalahnya.
Bukan karena membawa nama Tuhan, melainkan karena klaim tersebut telah dipindahkan dari ranah pembuktian menuju ranah keyakinan.
 
Keyakinan Adalah Hak Pribadi
PRI sama sekali tidak menempatkan keyakinan sebagai sesuatu yang harus ditolak.
Setiap orang memiliki hak untuk beragama, berdoa, bermeditasi, maupun memiliki keyakinan pribadi sesuai hati nuraninya.
Seorang terapis boleh berdoa sebelum memberikan layanan.
Klien juga boleh berdoa sebelum menerima layanan.
Namun doa tersebut merupakan bagian dari praktik pribadi masing-masing, bukan bagian dari metode terapi yang diklaim sebagai penyebab keberhasilan layanan.
Begitu suatu praktik terapi mulai dikaitkan dengan pernyataan seperti:
"Terapi ini berhasil karena Tuhan mengizinkan."
atau
"Kalau tidak berhasil berarti Tuhan belum mengizinkan."
maka pembahasan sudah tidak lagi berada pada wilayah yang dapat dievaluasi secara ilmiah.
Perdebatan kemudian bergeser menjadi perdebatan mengenai keyakinan, bukan lagi mengenai fakta.
 
Tidak Hanya Tentang Agama
Diskusi tersebut juga menegaskan bahwa istilah "keyakinan" tidak terbatas pada agama.
Misalnya seseorang berkata,
"Saya yakin Bioenergi pasti bisa menyembuhkan semua penyakit."
Kalimat tersebut juga merupakan bentuk keyakinan apabila tidak didukung oleh bukti yang memadai.
Dengan kata lain, masalahnya bukan berada pada objek keyakinannya, melainkan pada penggunaan keyakinan sebagai dasar untuk membuat klaim yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, baik keyakinan religius maupun keyakinan nonreligius sama-sama tidak boleh dijadikan dasar untuk membuat janji kepada klien.
 
Mengapa Hal Ini Penting?
Dalam praktik pelayanan kesehatan maupun Bioenergi, setiap klaim akan memengaruhi keputusan orang lain.
Seseorang mungkin memilih terapi tertentu, menunda pengobatan, atau membangun harapan berdasarkan informasi yang diterimanya.
Semakin besar sebuah klaim, semakin besar pula tanggung jawab untuk menunjukkan dasar yang mendukung klaim tersebut.
Oleh karena itu, PRI mendorong agar setiap pembahasan mengenai efektivitas Bioenergi selalu mengutamakan observasi, dokumentasi, evaluasi, dan pembuktian yang dapat diperiksa bersama.
Apabila suatu hal belum diketahui penyebabnya, maka jawaban yang paling bertanggung jawab bukanlah mengisinya dengan keyakinan, melainkan mengakui bahwa pengetahuan kita memang belum sampai ke sana.
 
Membedakan "Belief" dan "Confidence"
Dalam diskusi tersebut juga muncul satu pembedaan yang menarik.
Dalam bahasa Inggris terdapat dua kata yang sering diterjemahkan sama-sama sebagai "keyakinan", yaitu belief dan confidence.
Belief adalah menerima sesuatu sebagai benar tanpa harus memiliki bukti yang memadai.
Sedangkan confidence merupakan tingkat kepercayaan yang muncul karena adanya fakta, pengalaman, atau bukti yang mendukung.
Perbedaan ini penting dalam Bioenergi.
Seorang praktisi boleh memiliki confidence terhadap suatu metode karena telah melihat hasil yang konsisten, terdokumentasi, dan dapat dievaluasi.
Namun seorang praktisi tidak seharusnya mengubah belief menjadi klaim seolah-olah telah terbukti benar.
 
Menjaga Bioenergi Tetap Bertanggung Jawab
PRI memandang bahwa Bioenergi akan berkembang lebih sehat apabila tetap berada pada wilayah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Nilai-nilai spiritual seseorang tetap dihormati sebagai bagian dari kehidupan pribadi.
Namun ketika memasuki ruang pelayanan, pendidikan, maupun diskusi keilmuan, yang dikedepankan adalah kejujuran intelektual: membedakan mana yang sudah diketahui, mana yang masih berupa dugaan, dan mana yang sekadar merupakan keyakinan pribadi.
Dengan cara inilah praktik Bioenergi dapat terus berkembang tanpa bergantung pada klaim-klaim yang tidak dapat diuji, sekaligus tetap menghormati keberagaman keyakinan setiap individu.
 
 
Perkumpulan Reiki Indonesia - Perkumpulan profesi terapis kesehatan tradisional berbasis Bioenergi.
Sekretariat: Jl. Tongkol No 1A RT 001 RW 005, Rawamangun - Jakarta Timur 13220.
(di google maps, alamat diatas terdaftar sebagai Bioenergy Solution Center.)